CARA CEPAT TEPAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Kamis, 11 September 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500RB/HARI

BONUS BERKAH Rp. 500.000,-/hari



"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah 2:261)


SEGERA bergabung bersama program CERDAS Ustad Ustad Nasional dapatkan BONUS BESAR hingga 2JUTA/hari+ SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an HANYA DENGAN AJAK AJAK SEDEKAH, Anda SUKSES DUNIA AKHERAT selengkapnya klik disini

Senin, 18 Agustus 2014

MEMAKAI MINYAK WANGI SAAT PUASA



Apa hukum memakai minyak wangi bagi orang yang sedang berpuasa ketika hendak menghadiri shalat Jumat?

Makruh hukumnya orang yang sedang berpuasa memakai minyak wangi ketika menghadiri shalat Jumat. Lain halnya bagi orang yang sedang ihram, maka haram hukumnya.

Dalil mengenai hal ini tertera di dalam kitab Bujairimi ‘Ala Khitab juz 2 halaman 209, yang bunyinya sebagai berikut:
(Disunnahkan bagi orang yang hendak menghadiri shalat Jumat) memakai wangi-wangian selama ia tidak berpuasa atau dalam keadaan ihram. Jika ia sedang berpuasa maka makruh hukumnya, dan jika ia sedang ihram maka haram hukumnya. Ini bagi laki-laki. Adapun bagi perempuan dan banci, maka makruh bagi keduanya memakai minyak wangi, berhias, dan mengenakan pakaian kebanggaan (yang mewah) ketika hendak menghadiri shalat jumat.


APA YANG HARUS DILAKUKAN MAKMUM KETIKA IMAM BATAL DALAM SHALAT BERJAMAAH?



Misalkan saat kita shalat berjamaah, lalu imamnya batal, apa yang harus kita lakukan? Dan, dalam kitab apa serta halaman berapa jawabannya?

Sunnah hukumnya menggantikan imam yang batal shalatnya. Namun, jika tidak ada yang menggantikannya, maka boleh bagi makmum berniat mufaragh (berpisah dari mengikuti imam) dan meneruskan shalatnya sendiri-sendiri, kecuali shalat Jumat, maka hukum menggantikan imam yang batal shalatnya adalah wajib pada rakaat pertama.

Dalil mengenai hal ini ada di dalam kitab Al-Fiqhu ‘Ala Madzahibil Arba’ab juz 1 halaman 348, yang bunyinya sebagai berikut:

Madzhab Syafi’i mengatakan bahwa hukum mengangkat imam sebagai ganti imam yang batal shalatnya adalah sunnah, dengan syarat orang yang menggantikannya itu patut (layak) untuk mengimaminya, kecuali pada shalat jumat, maka hukum menggantikannya adalah wajib pada rakaat pertama.

Keterangan mengenai hal ini juga tertera di dalam kitab dan halaman yang sama, yang bunyinya sebagai berikut:
Dan jika ada seseorang yang menggantikannya pada selain shalat Jumat, maka makmum harus niat mufaraqah, lalu menyempurnakan shalatnya sendiri-sendiri, dan terhukum sah shalatnya.

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Favorit