ibadah umroh murah gratis

ibadah umroh murah gratis
ibadah umroh murah gratis

Jumat, 28 November 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500rb/HARI

BONUS BERKAH Rp. 500.000,-/hari



"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

(Q.S. Al-Baqarah 2:261)

SEGERA bergabung bersama program CERDAS Seluruh Muslim Nasional dapatkan BONUS BESAR hingga 2JUTA/hari+ SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an HANYA DENGAN AJAK AJAK SEDEKAH, Anda SUKSES DUNIA AKHERAT selengkapnya klik disini

Kamis, 27 November 2014

KEAJAIBAN SEDEKAH MEMANG NYATA

Banyak orang menjadikan sedekah sebagai amalan untuk meraih hajat yang diinginkan. Memang, demikianlah keutamaan sedekah yang hasilnya pun telah dibuktikan secara nyata oleh banyak orang. Salah satunya adalah seorang sekuriti Bandara yang bisa menghajikan ibunya setelah bersedekah dan memperbaiki shalatnya.

Kisah ini berawal saat Ustadz Maulana sedang berada dalam perjalanan menuju bandara untuk menjemput seorang kolega. Karena capek, ia pun tertidur. Namun tiba-tiba, beliau terbangun karena hendak buang air kecil. Tak lama kemudian ia dan sopirnya sampai juga ke bandara, Ustadz Maulana ingin segera ke toilet, sehingga meminta sopirnya untuk menurunkannya di tempat terdekat menuju toilet.

Saat membuka pintu untuk keluar mobil, tiba-tiba seorang sekuriti bandara memanggilnya. Ustadz Maulana agak terkejut, merasa jangan-jangan ada larangan untuk menurunkan penumpang di sembarangan tempat.



“Pak Ustadz!” Seru sang sekuriti sambil melambai dan mendekatinya. Ustadz Maulana pun berhenti dan menungggu.

“Alhamdulillah, nih. Bisa ketemu langsung dengan Pak Ustadz. Biasanya kan cuma bisa lihat di TV aja...”

Ustadz Maulana pun tersenyum mendengar penuturan sekuriti tersebut. “Saya ke Toilet dulu, ya? “Ujarnya.
“Nanti saya ingin ngobrol, boleh pak Ustadz?” Lanjut sekuriti.
“Saya lagi buru-buru, loh. Tentang apaan sih?” Tanya sang Ustadz.
“Saya bosen jadi satpam, Pak Ustadz,” ungkap sang sekuriti.

Sejujurnya kemudian Ustadz Maulana tersadar. Barangkali Allah memang punya sekenario memberhentikan dirinya di tempat ini dan bertemu dengan sekuriti tersebut.
“Oke, nanti setelah dari toilet, ya?”
Beberapa saat setelah itu...
“Jadi bagaimana, bosen jadi satpam? Emangmnya nggak gajian?” Tanya Ustadz Maulana membuka percakapan di kedai kopi sekitar area itu.
        “Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini saja?”

        Selanjutnya obrolan terus berlangsung. Intinya, Ustadz Maulana menyarankan agar sang sekuriti memperhatikan betul-betul datangnya waktu shalat. Shalat hendaknya di awal waktu. Segera setelah adzan berkumandang. Jika ingin urusannya diperhatikan Allah maka kita pun jangan mengabaikan panggilan Allah. Pakaian pun perlu diperhatikan. Gunakan dan siapkan pakaian terbaik untuk bertemu Allah SWT.

        “Yang kedua,” lanjut Ustadz, “keluarin sedekahnya.”

        Sang sekuriti tertawa. “Pak Ustadz, bagaimana mau sedekah. Hari gini aja nih, udah pada abis belanjaan. Hutang di warung terpaksa dibuka lagi. Alias ambil dulu, bayar belakangan.”

        Selanjutnya, sang sekuriti bercerita bahwa gajinya sebesar 1,7 juta Rupiah per bulan. Itu diperolehnya setelah kerja siang, sore, dan malam selama tujuh tahun. Gaji tersebut untuk bayar motor, kontrakan, susu anak, dan bayar segala macamnya.

        “Secara dunianya, lepas saja itu tanggungan. Kaya motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan nggak perlu?” Tanya Ustadz Maulana setelah tahu sang sekuriti tinggal di mess.

        “Pengen kayak orang-orang, Pak Ustadz,” ujar sekuriti.

        “Yaa... Susah kalau begitu mah. Pengen kayak orang-orang, tapi yang ditiru motornya. Bukan meniru ilmu dan ibdahnya. Bukan meniru cara dan kebaikannya. Wah, benar-benar repot...”

        Selanjutnya Ustadz Maulana menekankan kembali pentingnya tekad kuat sang sekuriti untuk memperbaiki shalatnya. Mulai dari tepat waktu saat shalat wajib, juga menambah amalan shalatnya dengan shalat sunnah seperti shalat taubat, shalat hajat, shalat dhuha, dan shalat tahajudnya. Sang sekuriti pun berjanji akan melakukan semua amalan tersebut mengajak bersama istri dan anak-anaknya. Ia pun benjanji lebih rajin membaca Al Quran.
        Mengenai sedekah, sang sekuriti masih sayang menjual motornya untuk sedekah. Uang tidak punya, apalagi emas. Tak kurang akal, Ustadz Maulana mengusulkan sang sekuriti agar menyedekahkan gajinya bulan depan alias kas bon di awal.

        Di lain hari, karena benar-benar ingin merubah hidupnya, sekuriti yang aslinya punya gelar sarjana akutansi ini memberanikan diri mengajukan kas bon. Alhamdulillah, dikabulkan. Hal ini disebabkan alasan sang sekuriti yang mengikuti saran Ustadz Maulana. Sang Bos dan teman-temannya ingin juga melihat bukti dari kehebatan sedekah dengan melihat perkembangan sang sekuriti selanjutnya. Jika sebelum akhir bulan hutang lagi, berarti saran dan perbuatan pada sekuriti tersebut gagal. Setelah ditunggu-tunggu, ternyata si sekuriti tidak juga datang untuk menghutang lagi. Namun, motornya tidak lagi dilihat kawan-kawannya. Apa yang terjadi?

        Tadinya, si sekuriti sudah siap-siap mau kas bon lagi, karena sampai pertengahan bulan belum ada tanda-tanda keajaiban. Namun, tanpa disangka-sangka si sekuriti ketiban rejeki nomplok. Meski Cuma memediasi antara penjual dan pembeli, ia mendapatkan bagian dari transaksi penjualan tanah di kampungnya. Berapa yang didapatkan ? 17, 5 juta rupiah! 10 x lipat dari yang ia sedekahkan.

Menyadari begitu dahsyatnya kehebatan sedekah, ia malu kepada Allah. Apa yang ia dapatkan sungguh luar dugaannya. Oleh sebab itu, ia pun menjual motor kesayangannya seharga 13 juta rupiah. Ditambah dengan 12 juta dari hasil transaksi tanah, ia memberangkatkan ibunya naik haji. Sisanya yang lima juta pun menjadi bekal keperluannya sehari-hari. Dengan begitu, ia tidak perlu kas bon lagi.

        Cerita sang sekuriti membuat sang Bos menjadi takjub. Dikumpulkannya para staf dan karyawan untuk mendengar penuturan langsung dari sang sekuriti.

        Kisah ini bukan bercerita tentang keajaiban sedekah dan shalat semata, tetapi juga tentang keyakinan. Benar, keyakinan bahwa Allah SWT yang Maha Kaya. Jika Allah SWT sudah berjanji akan memberikan keberuntungan kepada hamba-Nya, ia tidak akan pernah mengikari janji itu.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki), dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqarah[2]: 245).



Rabu, 26 November 2014

WALI NYATOQ DI LOMBOK, MAKAMNYA MENJADI RUJUKAN MASYARAKAT

                Di desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, atau 49 km dari kota Mataram, terdapat sebuah makam yang cukup istimewa. Makam Wali Nyatoq, demikian namanya. Makam ini terletak tidak jauh dari masjid tua Rembitan. Bagi masyarakat Lombok Tengah, Wali Nyatoq telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka, karean telah berjasa dalam penyeberan agama Islam di sana, sehingga makamnya memiliki makna spiritual yang luar biasa.

                Selain untuk nyekar, warga masyarakat yang datang ke sana juga minta keselamatan dan kesembuhan dari penyakit. "Jika kita ada niat ikhlas, pasti dikabulkan. Percaya atau tidak, banyak yang telah menjadi kenyataan. Ini memang hal yang secara rasional sulit dipercaya. Karena itu, banyak warga yang mempercayainya berduyun-duyun datang ke makam khususnya pada hari rabu menjelang bulan Maulid," ujar warga setempat.


                Mereka yang berkunjung tidak hanya dari Lombok, melainkan juga datang dari Jawa. Informasi itu sendiri, di samping diperoleh dari mulut ke mulut, juga atas petunjuk spiritual. Dalam kaitan kunjungan pada hari Rabu, memang sudah menjadi buah bibir masyarakat. Konon, hari Rabu adalah hari baik di mana Wali Nyatoq memberikan berkahnya secara utuh. Beberapa warga mengaku pernah ada wangsit dari Wali Nyatoq yang menyebutkan bahwa ia ada pada hari itu. Akhirnya, kebiasaan berkunjung pada hari Rabu terus terpelihara.

                Air makam Wali Nyatoq pun dikeramatkan. Tidak heran jika sering dipakai sebagai sarana untuk mengungkap suatu kasus meresahkan yang terjadi di desa itu. Misalnya, jika ada warga yang kecurian, kemudian ada seseorang yang dicurigai, orang itu langsung digelandang ke makam Wali Nyatoq untuk di sumpah. Di sana, di hadapan warga, orang itu akan dimintai meminum air tanah tersebut. Mereka yang merasa mencuri, tidak akan bersedia meminumnya karena akan terjadi sesuatu yang tidak dinginkan pada dirinya.

                Bisa dibilang, makam Wali Nyatoq sangat diistimewakan masyarakat setempat. Menurut tokoh masyarakat lombok, makam tersebut identik dengan keberadaan masjid tua Rembitan-yang usianya diduga mirip dengan masjid tua Bayan dan maskid tua Pujut. Fondasi bangunan masjid dari tanah. Namun, gambaran yang khas dari masjid itu adalah tali-temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot, sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Sedangkan tali pengikat atap alang-alang disebut male.

                Masjid tua Rambitan dengan bentuk atap tumpang dan tanpa serambi itu diperkirakan dibangun pada abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya masjid Rembitan itu sering dihubungkan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Rembitan, Wali Nyatoq.

                Wali Nyatoq merupakan penyebar Islam yang masuk ke kawasan selatan Lombok Tengah yang masyarakat semula merupakan pemeluk animisme. Dalam menyebarkan Islam, Wali Nyatoq pun mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari lewat tingkah laku yang baik.

                Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada saat Wali Nyatoq meninggal dunia, jenazahnya ditandu. Konon, begitu akan dkuburkan, jasadnya menghilang. Yang tinggal hanya kain kafan yang kemudian dimakamkan. Begitu kuatnya keterikatan masyarakat dengan tokohnya itu membuat hubungan masyarakat dengan makam tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani menggugat keberadaan makam itu.

                Beberapa waktu lalu misalnya, seorang warga Rembitan, H. Subhakti, tewas mengenaskan di tangan massa. Pasalnya, Subhakti hanya ingin mengungkap tabir di balik keajaiban yang sering terjadi pada makam tersebut. Memang sudah menjadi kepercayaan masyarakat, barang siapa yang berani mengusik makam keramat ini sudah jelas nyawa taruhanya. Apa pun alasannya sulit diterima secara rasional.

                Untuk mencapai lokasi Wali Nyatoq ini, peziarah dari luar Mataram bisa langsung menuju desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Atau, kira-kira 49 kilometer dari kota Mataram atau dari kota Praya sekitar 1 jam perjalanan. Tentu saja, itu hanya bisa ditempuh dengan perjalanan darat. Bangunan masjid kuno Rembitan terletak di tengah-tegah perkampungan, sehingga tidak sulit bagi siapa pun untuk menemukannya.

KIAI ABDULLAH, JASADNYA HARUM DAN UTUH SETELAH 26 TAHUN DIKUBURKAN

                Bulan Agustus 2009, Kiai Abdullah menjadi perbincangan warga Tangerang dan sekitarnya. bukan karena ia hidup lagi, tetapi jasadnya diketahui masih utuh lengkap beserta kain kafannya setelah dikubur selama kurang lebih 26 tahun. hanya tubunya saja yang menyusut dan rambutnya memutih. hal ini diketahui ketika makam ustadz atau kiai tersebut digali dan jasadnya ingin dipindahkan karena ada proyek pelebaran jalan.

                Namanya Kiai Abdullah Mukmin atau KH. Abdullah, seorang ulama dan pembimbing masyarakat yang hidup di wilayah Batu Ceper, Tangerang. sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah, sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang  letaknya sekitar 2 kilometer dari kediamannya.


                Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Makkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar selama kurang lebih 7 tahun.

                Kiai Abdullah akhirnya pulang kembali ke tanah air setelah gurunya, Syekh  Yasin (asal padang), Sumatera Barat, memintanya pulang ke Indonesia untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang. sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah bukan model pesantren, melainkan berbentuk majelis.

                Lokasi pengajian dilakukan di Mushala An-Najat sejak beduk  Maghrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian, biasanya murid-murid bermalam di mushala dan pulang selepas shalat Subuh berjamaah.

                Materi pengajian yang diajarkan Kiai Abdullah berupa ilmu fiqh (hukum) maupun tafsir al-Qur'an. Adapun kitab-kitab yang diajarkan, antara lain,Jurmiyah, Nahwu, Sharraf, Fathul Qarib, Fathul Muin, maupun Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyiti.

                Saat mengajar, sang Kiai dengan sangat tegas. Namun, meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu Ceper dan wilayah Tangerang.

                Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara bercocok tanam. Pada siang hari, murid-murid biasanya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik Kiai Abdullah. "Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan kebun milik keluarga kami," jelas Achmad Fathi.

                Keshalihan dan ilmu mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 19-73 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tangerang.

                Namun, Sekalipun telah bekerja di pemerintah, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri Kiai Abdullah. Setiap bekerja, ia hanya menggunakan sepeda onthel. Jarak antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10 kilometer.

                Selama hidupnya, Kiai Abdullah memiliki tiga orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. ia pertama menikah dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH. Mursan pada tahun 1945. Dari pernikahannya ini, ia dikaruniai dua orang anak. Namun, tidak lama setelah melahirkan anak keduanya, Rohani meninggal dunia.

                Selang dua tahun kemudian, Kiai Abdullah menikah  lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Lagi-lagi, istri keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya. Maswani wafat tahun 1980.
                Setelah kematian  istri keduanya, Kiai Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun, karena desakan anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa Juru Mudi. Pihak keluarga merasa kasihan karena tidak ada yang mengurusinya. Makanya, pihak keluarga mendesaknya untuk menikah lagi.

                Namun, dari pernikahan dengan Romlah, Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober 1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Sebelum meninggal, ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSMC), Jakarta.

                Kiai Abdullah dimakamkan di belakang mushala An-Najat berdasarkan wasiat yang kdisampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang Kiai beralasan ingin dikubur kdi sana mengingat mushala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.

                Mushala tempatnya pertama kali mengajar seakan menjadi kenagan sendiri lagi bagi Kiai Abdullah. Meskipun ia sebenarnya juga telah mendirikan Madrasah Ibtidiyah (MI) yang diberi nama Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persisi berada di depan rumah Kiai Abdullah.

                Soal utuhnya jasad Kiai Abdullah setelah dikubur selama 26 tahun, ini mengundang kekaguman warga sekitar. Terlebih jasad KH. Abdullah juga mengeluarkan bau wangi. Harumnya tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.

                Hal yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal, keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.

                Saking banyaknya orang yang datang, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.

                 Tidak hanya itu, jauh sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda sudah muncul terkait rencana pemindahan makam KH. Abdullah tersebut. Sebab, saat alat berat ingin menghancurkan mushala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.

                Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran mushala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.

                Itulah beberapa keajaiban yang terjadi di makam KH. Abdullah. Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achamd Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam Kh. Abdullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M. Syurur.

                Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih untuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan, untuk  memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun mushala di samping areal makam.

                Untuk menuju lokasi makam tersebut, calon peziarah bisa datang langsung ke Tangerang, tepatnya Jalan Garuda Pintu Air, RT 03 RW 02 Kelurahan Juru Mudi Baru, Kecamatan benda, Kota Tangerang. Tempatnya cukup mudah diakses, baik melalui kendaraan umum maupun pribadi, karena letaknya yang masih di daerah dekat perkotaan.

Selasa, 25 November 2014

GUS DUR, MAKAMNYA AMBLAS, TAPI KAIN KAFAN TETAP UTUH

                Kh. Abdurrahman wahid atau akrab disebut gus dur adalah salah seorang tokoh besar yang pernah dimiliki indonesia. Ia adalah kiai dari jawa timur yang sempat menjadi presiden ri ke-4. Pemikiran dan pandagannya yang cerdas dan berorientasi masa depan kerap ditunggu oleh masyarakat indonesia. Karena itulah, ia kerap disebut sebagai guru bagsa.

                Gus dur lahir pada 7 september 1940 di jombang, jawa timur dan meninggal di jakarta pada 30 desember 2009 di usia 68 tahun. Semasa hidupnya, tokoh nasional yang dikenal dekat dengan rakyat ini menghabiskan hidupnya untuk persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan. Sekalipun lahir dari dari keluarga pesantren, gus dur dikenal dengan berbagai golongan, baik golongan muslim sendiri maupun golongan no-muslim.

                Dari segi trah, gus dur adalah cucu dari pendiri nu, kh. Hasyim asy'ary, anak dari kh. Wahid hasyim, menteri agama pertama ri di masa kepresidenan soekarno. Tidak diragukan lagi, gus dur bukan keturunan rakyat biasa. Kedua tokoh sesepuh gus dur sangat dikenal dan ditakzimi oleh seluruh komunitas pesantren yang kebanyakan warga nu. Kelak, gus dur menjadi putra terbaik yang pernah dimiliki nu.


                Gus durlah orang yang bisa membuat nu mengalami transformasi pemikiran dari konservatif menjadi lebih progresif dan terbuka. Melalui gagasan-gagasan besarnya gus dur membawa angin perubahan ke tubuh nu melalui beberapa tahun masa kepemimpinan di NU.

                Di satu sisi, gus dur adalah tipe orang yang berpikiran jauh ke depan, futuristik, dan mampu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, sekalipun dengan sikap dan cara berpikirnya itu ia kerap menuai kontroversi. Banyak kasus yang menegaskan sisi kontroversialnya. Misalnya, dalam hal ucapan "assalamu alaikum".

                Pernah suatu kali gus dur hendak mengganti ucapan "assalamu alaikum", yang notabene sudah menjadi tradisi dalam hidup keseharian umat islam, dengan ucapan "selamat pagi" yang notabene tradisi masyarakat barat.

                Seluruh masyarakat muslim, saat itu geger dan tidak habis pikir dengan kemauan gus dur. Maka, saat itu juga, perdebatan dan kritikan tertuju kepada gus dur yang dinilai sudah sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin pemimpin nu bisa memiliki keinginan mengganti ucapan "salam" dengan ucapan "selamat pagi"?

                Para ulama sibuk membuka kitab-kitab lama mereka tentang bagaimana status hukum, urgensi, serta pentinya ucapan salam di kalangan umat islam, ketika wacana tentang "salam" mengemuka ke publik, ketika kritik dan protes datang dari berbagai penjuru menuntut gus dur "bertaubat", gus dur tiba-tiba mengubah pikirannya sendiri dan seolah berkata, "kalau seperti itu, saat ini saya cabut pernyataan saya mengganti asslamu alaikum dengan selamat pagi." Seolah tanpa beban gus dur langsung mencabut pikirannya. Apa efeknya kemudian? Ucapan assalamu alaikum  kemudian menjadi penting lagi, menjadi wacana baru yang seolah lahir kembali dan populer.

                Dari sana, masnyarakat semakin diingatkan dan diberi tahu bahwa gus dur adalah orang atau  mungkin satu-satunya orang yang berpikir secara terbalik. Ketika ia menginginkan sesuatu, gus dur tidak langsung bilang dengan jelas apa yang ia inginkan, tetapi ia membuat pernyataan yang seolah-olah ia tidak menginginkannya. Ketika gus dur ingin a, gus dur tidak bilang a, tetapi b.

                Contoh kasus yang paling nyata adalah saat "goyang ngebor" inul daratista, penyanyi dangdut asal pasuruan, jawa timur, naik daun. Inul yang dikenal dengan goyangan erotisnya dicaci, dikritik, bahkan dikenai larangan mengangung di berbagai daerah. Mayoritas para tokoh muslim sudah melabeli goyang inul sebagai tindakan pornoaksi. Tidak sedikit para ulama dan kalangan cendekiawan yang mengatakan goyangan inul haram, maksiat, dan tidak etis ditonton. Tetapi, sesuai rumusan media, yang kontroversial itu pasti menarik, goyangan ngebor inul itu semakin hari semakin populer.

                Gus dur seolah tidak ambil pusing dengan isu goyang ngebornya inul. Di satu sisi, gus dur memang tidak pernah melihat inul bergoyang ngebor karena beliau tidak bisa melihat. Tetapi, di sisi lain, sisi yang utama, gus dur mempunyai maksud lain yang lebih berorientasi jangka panjang. Ketika didatangi oleh inul, gus dur hanya bilang, "teruskanlah goyangnmu. Karena ekspresi kesenian itu dilindungi undang-undang."

                Bagi orang awam, gus dur mungkin sama dengan inul. Tetapi, di balik itu semua, gus dur hendak "membunuh" inul dan goyang ngebornya itu lebih cepat. Bagi yang paham jalan pikiran gus dur, sebenarnya gus dur ingin agar masyarakat lebih dewasa hingga akhirnya masyarakat akan lebih cepat merasa "bosan" dengan goyangan ala inul.

                Ketika masyarakat bosan, maka inul tidak akan menarik lagi dan menjadi basi. Itulah alasan gus dur memberikan pernyataan yang tidak  melarang atau mengkritik, agar masyarakat bisa "melek" seperti dirinya bahwa ketika sesuatu semakin populer. Rumusnya sama seperti buku yang dicekal pemerintah akan semakin dicari.

                Itulah sekilas sosok gus dur. Membahas sejarah hidup dan riwayat gus dur tidaklah cukup hanya dengan beberapa halam buku ini. Butuh pembahasan sendiri untuk membahas sosok unik ini, itu pun kalau bisa tuntas. Yang jelas, dalam setiap langkah dan keputusan yang diambilnya, gus dur ingin memberi pelajaran yang berharga kepada masyarakat.

                Pada tanggal 30 desember 2009, tokoh yang dicintai masyarakat muslim dan non-muslim ini pun meninggal. Indonesia kehilangan salah seorang putra terbaiknya, bahkan dunia juga. Presiden soesilo bambang yudhoyono langsung yang mengiringi gus dur ke peristirahatan terakhirnya di kompleks pp tebuireng melalui serangkaian upacara militer padda tanggal 30 desember 2009, tebuireng, jombang. Betapa berartinya tokoh ini. Ratusan juta umat muslim di indonesia dan dunia berduka atas kabar kematiannya.

                Bertahun-tahun setelah kematiannya, tepatnya tanggal 15 februari pukul 03.00 wib., makam gus dur dilaporkan amblas. Amblasnya makam gus dur bukan saat tu saja terjadi, itu merupakan yang paling parah sampai-sampai menyebabkan beberapa nisan rusak. Diduga penyebab amblasnya makam gus dur karena hujan deras dan banyaknya pengunjung dan oeziarah. Maklum, saat itu bebarengan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad saw.

                Beredar pula kabar yang menyebutkan bahwa amblasnya makam cucu pendiri pp. Tebuireng jombang ini sangat dalam sampai-sampai kelihatan kain kafannya dalam keadaan putih bersih. Padahal, seharusnya kain kafan yang sudah lebih dari setahun itu sudah habis, jika pun masih ada pasti sudah lusuh/lapuk, tidak putih lagi.

                Mengenai jasad dan kain kafan yang tidak hancur ini sudah jamak di kalangan para ulama serta hamba-hamba allah swt. Yang shalih dan shalihah. Mengenai utuh dan bersihnya kain kafan gus dur ini seolah menjadi bukti kebenaran dari syair lagui tanpo waton yang dinyanyikan gus dur ketika masih hidup, saat itu ia sedang mengisi pengajian atau sedang berceramah. Berikut inilah petikan lirik lagu tanpo waton tersebut :

                Lamun prasto ing pungkasane...
                Ora kesasar roh lan sukmane...
                Den gandang allah syuargo manggone...
                Untuh mayite...ulo ulese...
               
                Yang artinya adalah sebagai berikut:
                Apabila akhirnya meninggal,
                Tidak kesasar ruh dan sukmanya,
                Disiapkan oleh allah surga tempatnya,
                Utuh mayatnya, utuh kain kafannya.

                Hal ini membuktikan bahwa utuh kain kafan dan utuh mayatnya memang suatu anugrah yang diberikan allah swt. Kepada para hamba-hamba-nya yang terpilih, yang selama hidup berbakti kepada allah swt. Dan menolong sesamanya, yang selama hidup selalu sabar , ikhlas, dan tanpa pamrih membantu orang lain, bersyukur dan selalu bertakwa kepada-nya. Saat ini, gus dur lah salah satu orang yang terpilih itu.

                Bagi para peziaarah, tidak sulit untuk mengunjungi makam gus dur. Letaknya berada di kompleks pondok pesantren tebuireng, desa cukir, kecamatan diwek, kabupaten jombang, jawa timur. Satu-satunya rintangan untuk berkunjung ke makam ini  mungkin macet dan antrean yang panjang oleh peziarah lain. Terutama saat-saat menjelang bulan puasa, saat peziarah amat ramai mengunjungi makam ini.

Jumat, 14 November 2014

SUKIYEM, AHLI IBADAH YANG JASADNYA TETAP UTUH SELAMA 30 TAHUN

                Sukiyem adalah sebuah keanehan baru yang terjadi di daerah jangkar, Situbondo, Jawa Timur. Meskipun telah terkubur selama 30 tahun, jasad seorang wanita bernama Sukiyem masih utuh dan bahkan menggeluarkan bau wangi ketika akan dipindahkan.

                Tentu saja, kejadian ini membuat warga sekitar keheranan dan tidak habis pikir. Bagaimana mungkin jasad yang sudah tiga puluh tahun terkubur masih wangi dan utuh.

                Ceritanya berawal dari anak cucu Sukiyem yang hendak memindahkan jasadnya ke daerah lain agar dekat dengan suaminya. Tidak disangka, ketika kuburannya digali, jasad dan kain kafannya tetap utuh dan berbau wangi. Warga merasa takjub dan kemudian mereka bersama-sama memanjatkan doa kepadda Allah Swt. Untuk jasad Sukiyem agar tenang dan mendapat ridha dari Allah Swt.

                Sukiyem yang merupakan warga Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur merupakan sosok penyabar dan rajin beribadah.  Ia juga ramah dan bersikap ramah terhadap tetangga. Salah satu keluarga yang bernama Ismail dan warga sekitar mengaku heran kenapa jasad Sukiyem tersebut masih utuh dan berbau wangi.

                Padahal, Sukiyem meninggal tiga puluh tahun lalu akibat komplikasi. Hal inilah yang menjadi perbincangan hangat dan menghebohkan warga masyarakat. Meskipun ada kejadian demikian, Ismail akan tetap memindahkan jasad Sukiyem ke pemakaman lain yang masih di dalam lingkungan Desa Jangkar, yang berdekatan denan makam Suaminya.

                Dengan kejadian ini, Allah Swt. Rupanya ingin menunjukkan kekuasaan-Nya kepada manusia. Bukan hal yang sulit bagi Allah Swt, menjaga jasad hamba-hamba-Nya yang shalih dan shalihah tetap utuh, bahkan setelah puluhan tahun. Fenomena ini sedang ingin menegaskan satu hal, Allah Swt. Menjaga hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang. Tidak hanya saat mereka hidup, tetapi setelah mati pun jasad itu tetap utuh dan dalam perlindungan-Nya.



MBAH MUDZAKIR, MAKAMNYA TIDAK PERNAH TENGGELAM DI TENGAH LAUT

                Nama Kiai Mudzakir atau kerap dipanggil Mbah Mudzakir mungkin tidak setenar wali sanga. Tetapi, bagi masyarakat di lingkungan pesantren, namanya kerap disebut sebagai salah satu sosok kiai yang karismatik. Tidak hanya sesama ia masih hidup, setelah ia meninggal pun, makamnya tetap ramai diziarahi oleh orang-orang yang ingin mendoakannya.

                Kiai Mudzakir termasuk dari jajaran tokoh besar alias ulama yang gigih menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Hidupnya diabdikan kepada masyarakat untuk mengajarkan agama ilmu agama beserta praktik dan akidahnya. Tidak hanya itu, Kiai Mudzakir juga termasuk salah seorang pejuang kemerdekaan yang dengan gigih melawan penjajah Belanda dengan segala pengaruhnya dalam bidang polotik, sosial dan lebih-lebih agama. Masa perjuangan Kiai Mbah Mudzakir sekitar 1900 hingga 1950-an.
                Makam Kiai Mudzakir termasuk unik, berbeda dengan makam-makam para wali yang lain. Makam pejuang dan pnyebar agama Islam ini terletak di tengah laut, yang tidak pernah tenggelam sekalipun air pasang. Tempatnya terletak di Dukuh Tambak Sari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

                Semasa mudanya, pria yang lahir di Dusun Jago Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen tahun 1869 itu banyak berguru kepada ulama dari berbagai daerah. Setelah merasa cukup, sekitar tahun 1900, ia menetap di Tambaksari, Bedono serta menikahi Latifah dan Asmanah. Beberapa waktu kemudian, ia menikah lagi dengan Murni dan Imronah. Dari empat istrinya Mbah Mudzakir dikaruniai 18 anak.

                Di tempat itu, ia mulai melakukan Syiar Islam. Sebuah masjid pun didirikan. Cara penyampaian materi keagamaan yang mudah dicerna membuat banyak santri mengaji kepadanya. Mereka kebanyakan takmir mushala serta masjid di Demak dan daerah sekitarnya. Karena itulah, ia sering disebut sebagai pencetak kader kiai. Bahkan, semua keturunannya menjadi pemangku masjid dan mushala.

                Kiai yang sehari-hari menjadi petani tambak itu juga menguasi ilmu kanuragan. Ia kerap dimintai orang untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kendati demikian, ia tak mengharapkan imbalan dari pertolongannya itu. Tak dipungkiri, keahlian dan keikhlasannya membuat nama Mbah Mudzakir kian dikenal orang. Dan, hal itu amat mendukung upaya dalam melakukan syiar Islam. Pada 1950, Mbah Mudzakir meninggal dunia dalam usia 81 tahun.

                Berdasarkan cerita dari para sesepuh dan warga sekitar, Mbah Mudzakir itu murid dari Mbah Sholeh Darat yang mempunyai ilmu lebih. Ketika hidup, ia ditakuti Belanda karena sering lolos ketika ditangkap dan kerap menimbulkan korban pihak Belanda.

                Rupanya, "kesaktian" Mbah Mudzakir tidak hanya terjadi pada saat ia masih hidup, bahkan meninggal, makamnya tetap tidak tenggelam di tengah laut. Rumah penduduk sekitar boleh tenggelam di hantam rob, tetapi makam Mbah Mudzakir tetap berdiri kokoh dalam area seluas 7x7 meter persegi.

                Pengaruh yang disebarkan oleh Mbah Mudzakir sangatlah besar dan mengendap di hati umatnya. Bahkan, hingga akhir hayatnya pun jasa-jasanya selalu diingat dan dikenang warga setempat. Hal ini terlihat dari pusaranya yang tak pernah sepi oleh peziarah setiap harinya.

                Sekalipun makam Mbah Mudzakir ini berada di tengah laut, peziarah tak pernah berhenti berbondong-bondong menyusuri jembatan kayu dan bambu yang disusun warga sebagai akses menuju pusaran sang wali. Terjangan angin laut yang kencang atau deburan ombak yang terkadang berubah menjadi rob tak menyurutkan niat mereka untuk mengunjungi tempat peristirahatan Mbah Mudzakir ini.

                Makam Mbah Mudzakir memang berada di tengah laut. Hal ini terjadi karena pada lima belas tahun silam, daerah pesisir Sayung terkena abrasi besar yang mengakibatkan Dusun Tambaksari hampir hilang. Begitu pun juga dengan makam sang Mbah Mudzakir.

                Debur ombak yang mengikis daratan makam Mbah Mudzakir ini bisa saja menenggelamkan makam Mbah Mudzakir, tetapi kenyataan kenyataannya tidak. Allah Swt. Rupanya berkehendak lain terhadap salah satu hamba-Nya itu. Makam tersebut tetap tidak tenggelam, padahal beribu-ribu kali air pasang terjadi di wilayah ini.

                Banyak warga masyarakat yang masih setia merawat makam Mbah Mudzakir ini. Mereka merasa tidak tega meninggalkan makam di tengah laut dan tenggelam. Mereka tetap berusaha menjaga agar makam tersebut tidak tenggelam. Dan, dengan upaya seadanya, makam Mbah Mudzakir masih tetap utuh hingga kini; terapung seperti pulau kecil di tengah lautan.

                Untuk mencapainya, masyarakat dan juga pengunjung bisa melalui dua jalur; jalur darat titian kayu sepanjang 1.359 meter dari Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kec. Sayung, Demak. Bila pasang datang dan para peziarah khawatir akan keamanan jalan tersebut, maka peziarah bisa menggunakan jalur kedua, yakni melalui perahu.

                Itulah keunikan makam ini. Hingga kini pun, keunikan itu tetap ada terbukti; makam Mbah Mudzakir terus didapati peziarah baik siang maupun malam, dari warga sekitar maupun warga luar kota Demak, dari rakyat biasa hingga pejabat maupun santri.

                Bahkan, saat ini sudah direncanakan bahwa makam Mbah Mudzakir yang unik ini akan dijadikan destinasi wisata religi oleh pemerintah setempat. Selain terdapat makam Mbah Muzakir, Desa Bedono, Kecamatan Sayung ini juga terkenal dengan hutan mangrovenya yang hijau.

                Untuk mencapai lokasi makam tidaklah sulit. Lokasi pertama yang kita tuju adalah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak Jawa Tengah.

                Dari sini, pengujung langsung menuju Dukuh Tambaksari yang memang berada di pinggir laut. Saat ini, akses menuju makam sudah lumayan mudah karena pemerintah setempat sudah membangun jalan setapak sepanjang 1.359 meter dengan lebar 2 meter dan setinggi dua meter di atas air. Tetapi, apabila pengunjung merasa kelelahan karena harus berjalan 1 kilometer lebih keatas laut, pengunjung bisa menggunakan jasa perahu milik penduduk setempat.


Selasa, 11 November 2014

NASEHAT UNTUK PARA JEMAAH HAJI dan UMRAH


Ada beberapa nasihat penting dari para jemaah haji. Para sufi itu antara lain Junaik Al-Baghdadi, Syekh Abdul Qadir Jailani, Al-Hujwiri, Al-Ghazali, hingga Al-Habib Abdullah bin Alawi Alhadad.

Berikut nasihat Imam Ghazali dan Habib Muhammad Alawi Alhadad. Menurut Imam Ghazali dalam kitab Asrar al-Hajj, ibadah haji adalah rukun Islam yang sangat penting, karena merupakan ibadah yang cukup dilaksanakan satu kali sepanjang hidup, dan sebagai penutup segala urusan, serta penyempurna ke-Islam-an seseorang.

Dalam bab terakhir yang menguraikan hikmah haji, Ghazali menekankan tiga hal yang harus diperhatikan para jamaah haji. Pertama, berbagai aktivitas batiniah dan ketulusan haji; Kedua, cara mengambil hikmah dari berbagai peninggalan mulia di Tanah Suci; dan Ketiga; mengenang serta merenungkan makna dan rahasia perjalanan haji.



Menurut Imam Ghazali, ibadah haji tidak hanya menekankan ibadah lahiriah, tapi juga bisa dimaknai sebagai perjalanan batin yang luar biasa. Ghazali menulis “Pertama-tama yang harus dilakukan dalam berhaji ialah pemahaman, yakni berusaha memahami benar-benar posisi ibadah haji dalam agama. Kemudian, secara berurutan : merindukannya, bertekad mengerjakan, dan memutuskan segala penghalang.

Setelah itu membeli pakaian untuk ihram, menyiapkan bekal makanan (dan keperluan lainnya) dan menyewa kendaraan. Pada hakikatnya setiap amalan dalam semua tahapan haji mengandung peringatan dan pelajaran bagi mereka yang benar-benar ikhlas menuju kepada kebenaran, serta pengenalan dan isyarat bagi mereka yang tanggap dan cerdas.”

Salah satu hikmah yang diungkapkan oleh Ghazali ialah, haji merupakan ibadah yang paling efektif sebagai upaya untuk menyucikan diri (tadzkiyah al-nafs). Selain itu juga harus mengalihkan perhatian dari apa yang disukai (sebagai tabiat atau kebiasaan kepada apa yang dituntut oleh penghambaan diri sepenuhnya kepada Allah SWT).

Bagi Imam Ghazali, mengunjungi Baitullah dimaksimalkan sebagai menghindari sebuah dewan majelis di sebuah istana. Siapa yang menjunjung Baitullah, ia menuju kepada Allah SWT dan menjadi tamu-Nya. Dengan mengunjungi Baitullah dan memandang kepada-Nya, mata manusia akan mampu mencapai kelayakan untuk kelak ‘berjumpa’ dengan Allah SWT. Hal ini akan berdampak pada rasa rindu kepada saran-saran yang dapat mengantarkannya kepada Allah SWT.
       
Imam Ghazali juga menegaskan, niat berhaji bisa di maknai sebagai “hijrah” meninggalkan segala syahwat hawa nafsu dan kenikmatan duniawi untuk berangkat mengunjungi Baitullah. Maka hendaklah jemaah haji merasakan dalam hati keagungan Baitullah, terlebih-lebih keagungan Sang Pemilik Baitullah.


IBADAH HAJI WARGA CHINA PEDALAMAN



        Pada suatu hari yang cerah, Lin Xinwei duduk di lantai bersama sekitar 200-an orang di sebuah balai ibukota China, Beijing. Perempuan berusia 77 tahun tersebut dengan penuh konsentrasi mendengarkan ceramah dari seorang pria berdiri di mimbar. Lin, yang datang jauh-jauh dari kawasan China Pedalaman, tampak tenang dan siap mengarungi perjalanan jauh.

        Dan akhirnya dua hari kemudian, Lim Xinwei sudah duduk bersama rombongan calon haji di dalam pesawat yang akan terbang selama 12 jam menuju Arab Saudi. Perjalanan yang sudah cukup lama dinanti-nantikan oleh Lin Xinwei itu pun akhirnya terwujud, yaitu menjalankan ibadah haji.


        Sebagaimana semua jemaah calon haji di China, Lin juga harus menjalani berbagai pelatihan dan pembekalan, termasuk mendengarkan ceramah dari pria yang ada di mimbar tadi. Isi dari ceramahnya adalah tentang kebijakan keagamaan dan kebijakan luar negeri Pemerintah China.

        Putra ketiga Lin Xinwei dengan setia menunggu di luar gedung sambil sesekali memperhatikan ibunya dengan perasaan cemas. “Ibu saya sudah tua, sudah semakin lemah, dan gampang lelah. Saya berharap semoga dia dapat menjalankan ibadah selama 38 hari dengan selamat,” kata Xin Weiwei, putra Lin yang berusia 51 tahun.

Setiap muslim wajib menjalankan ibadah haji di Makkah paling tidak sekali dalam seumur hidup. Ziarah tersebut sudah lama direncanakan Lin Xinwei selama bertahun-tahun.

        Namun, yang menjadi penghalang utama terhadap niat Lin Xinwei tersebut adalah biaya. Maka, setelah seluruh keluarga besar mengadakan rapat bersama, termasuk suami Lin Xinwei beserta tiga putra dan seorang putrinya, mereka pun memutuskan untuk bahu-membahu mengumpulkan uang sebesar 30.000 yuan (sekitar Rp 34,8 juta) untuk keperluan biaya naik haji.
        Penyelenggara ibadah haji di dekat rumah Lin Xinwei yang dikelola oleh sebuah asosiasi Islam setempat menerima 24.170 yuan (sekitar Rp 28 juta) untuk mengatur tiket perjalanan dengan pesawat pulang pergi beserta pembuatan paspor, pengurusan visa, dan biaya-biaya lainnya. Sisa dari uang tersebut digunakan Lin untuk keperluan lain, seperti membeli makanan di Makkah dan membeli tiket kereta dari China Pedalaman menuju ke Beijing.

        “Pendapatan orang tua saya hanya berasal dari uang pensiun ayah yang hanya sebesar 800 yuan (sekitar Rp 928.000)per bulan. Maka biaya ibadah haji ini mengeruk hampir semua tabungan keluarga besar kami,” kata Xin Weiwei. Sebenarnya tahun lalu  Lin sudah siap dan mendaftar diri untuk ibadah haji. Namun, pendaftaran tersebut ditolak oleh biro jasa penyelenggara ibadah haji setempat karena sudah melampaui kuota.

        Zhaxui, wakil ketua Asosiasi Islam kawasan China pedalaman, mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi setiap tahun menerapkan kuota untuk berapa banyak calon jemaah haji asal China yang diperbolehkan menjalankan ibadah haji.

        Tahun ini, China Pedalaman mendapatkan kuota 240 umat, atau naik 15% dari jumlah tahun lalu. Pada November lalu, Lin Xinwei senang bukan main karena permohonannya untuk menjalankan ibadah haji akhirnya disetujui dan langsung melakukan persiapan. Di antaranya, ia menyiapkan lima kilogram (kg) beras, lima kg tepung, empat kg mi kering, lima kg makanan olahan serta sejumlah sayuran kering dan daging domba.

        Itu semua adalah untuk bekal Lin Xinwei selama berada di Arab Saudi, hal ini dilakukannya demi menghemat uang. Lin memang sudah berniat untuk memasak makanan sendiri di dalam penginapan yang sudah dipesan oleh Asosiasi Islam China di Makkah.

        Bila Lin Xinwei ingin berhemat selama melaksanakan ibadah haji karena modal pas-pasan, tidak demikian halnya dengan pasangan Xin Zhanxin (77) dan Wang Xanxan (75). Pasangan suami istri tersebut sudah menyiapkan US$ 2.500 (Rp. 20.165.000,-) hanya untuk membeli makanan saja selama nanti di Arab Saudi.

        “Saya memiliki cukup uang dari usaha bisnis real estate. Maka saya dan istri akan pergi. Kelima anak kami semuanya sudah berkumpul di sini untuk melepas kepergian kami,” kata Xin, yang karena sudah tua, dan sudah setengah tuli sehingga terpaksa harus bicara dengan keras.
        Menurut pengakuannya, ia sudah banyak membaca buku-buku mengenai ibadah haji sehingga menjadi tahu bahwa ziarah tersebut pasti akan menimbulkan tantangan berat bagi para umat berusia lanjut seperti dirinya dan istrinya. “Cuacanya panas dan akan ada banyak orang. Namun, kami sudah siap dengan tantangan tersebut,” kata Xin sambil tersenyum.

        Zhaxui dari Asosiasi Islam kawasan China Pedalaman mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan ekonomi merupakan faktor yang menentukan bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah haji selain hati yang bersih. Namun, banyak muslim di China, terutama mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata belum memiliki cukup uang sebagai biaya melaksanakan ibadah haji hingga akhirnya mereka semakin bertambah tua. Ironisnya, justru di saat mereka sudah punya dana yang mencukupi untuk biaya perjalanan haji, kondisi fisik mereka sudah mulai melemah.

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Favorit